Saya Kirenius adalah seorang anak pedalaman Kalimantan Barat yang cinta Alkitab. Awal mulanya sejak tahun 2007 saya melanjutkan study di STT Kanaan Nusantara Ungaran, saya tidak suka baca Alkitab. Paling banyak saya membaca hanya satu pasal saja atau pilih-pilih ayat yang menyenangkan hati saya. Namun saya salah untuk hal itu, itu semua tidak membuat saya kaya akan makna firman-Nya. Pada hal seorang pengkhotbah adalah ia harus banyak membaca Alkitab dan menhafal serta mempelajarinya dengan waktu yang tidak singkat.
Akhirnya saya harus menjalani dan mempraktekan ilmu yang sudah saya dapat dari kampus saya, dan saya pelayanan weeand. Dalam pelayan tersebut saya hanya mendapat pelayanan pemuda hanya 2 kali dalam satu tahun, sisanya adalah saya menyapu, mengepel gereja dan membersihkan rumput-rumput gereja dan pastori di mana gembala tinggal. artinya saya hanya pelayanan meja.
Di tahun berikutnya saya PPL 1 tahun, dalam pelayanan satu tahun saya sangat takut dalam berkhotbah, karena menurut saya, saya tidak banyak mengetahui dan belajar firman Tuhan. Saya belajar firman sangat minim. saya hanya belajar sekedar dan hanya sekedar membaca dan tidak menggalinya lebih dalam lagi.
Kemudian saya diberi kepercayaan untuk menyampaikan khotbah pemuda dengan thema "Tanggung jawab Murid Kristus" saya membahasnya tidak begitu menarik dan pada akhirnya saya berpikir khotbah saya tidak menarik. Perubahan khotbah saya terjadi begitu cepat dan pada saat PPl saya belajar berkhotbah Ekspositori dan Topikal. Saya awalnya tidak memahami jenis khotbah ini, dengan contoh-contoh yang diberikan pada kami akhirnya kami memahami khot ini.
Tidak sempat selesai saya belajar khotbah ekspositori dan topikal, karena pelayanan selama satu tahu sudah habis dan tiba saatnya pulang ke kampus. Satu hal yang tidak pernah saya lupakan manfaat belajar dari seorang pemimpin yang rendah hati adalah bagaimana ia mengajar saya berkhotbah dengan baik. Pengajarnya adalah Bapak Pdt. Rehabiyam Bilung, SH., Th.M. Dan saat ini beliau hampir menyelesaikan program doktornnya di STII Yogyakarta.
Setelah tiba di kampus dan saya dijadwal untuk berkhotbah, saya pikir khotbah saya tidak menarik. Namun menurut teman-teman kampus saya maupun adik tingkat saya khotbah saya bagus sehingga membuat mereka bertanya dan belajar berkhotbah dengan saya. Itu semua bukan usaha semata saya, namun karena Yesus Tuhan yang memberikannya kepada saya dengan tuntunan Roh Kudus. Setiap kali saya berkhotbah saya meminta bimbingan-Nya sehingga khotbah saya memberkati banyak orang. tidak hanya itu saja, saya harus belajar dan menggali makna firman Tuhan sedalam mungkin.
Target belajar saya untuk khotbah 30 menit adalah 30 jam, karena belajar dengan durasi waktu yang lama akan bermanfaat pada khotbah saya, yaitu khotbah terbaiki. Pdt. Rehabiyam Bilung adalah motivator serta pembimbing saya yang rendah hati, sehingga saya banyak belajar dari beliau. Dialah orang yang membantu saya menjadi percaya diri, menghargai pendapat saya dan memberi nasehat dan pembimbingan yang baik.
Tolong doakan saya saat ini akan melanjutkan study S2 saya di STII Yogyakarta, baik biaya dan dana semoga Tuhan mencukupkannya selama saya kuliah di Yogya. Dan juga berdoa untuk pelayanan saya di Gereja Kemah Injil Indonesia Sragen supaya saya dipakai Tuhan luar biasa dan menjadi pemimpin teladan bagi bangsa ini.
Salam
Kirenius, S.PdK
Tidak ada komentar:
Posting Komentar