Rabu, 26 November 2014

Pengakuan Iman Gereja Kemah Injil




1.  There is one God, who is infinitely perfect, existing eternally in three persons: Father, Son, and Holy Spirit. (Deuteronomy 6:4, Matthew 5:48, Matthew 28:19)
Allah itu Esa dan mutlak sempurna.  Dari kekal Allah bereksistensi dalam tiga pribadi: Bapa, Putra, dan Roh Kudus.
2.   Jesus Christ is the true God and the true man. He was conceived by the Holy Spirit and born of the virgin Mary. He died upon the cross, the Just for the unjust, as a substitutionary sacrifice, and all who believe in Him are justified on the ground of His shed blood. He arose from the dead according to the Scriptures. He is now at the right hand of Majesty on high as our great High Priest. He will come again to establish His kingdom, righteousness and peace. (Philippians 2:6–11, Luke 1:34–38, I Peter 3:18, Hebrews 2:9, Romans 5:9, Acts 2:23–24, Hebrews 8:1, Matthew 26:64)
Yesus Kristus adalah Allah sungguh dan manusia sungguh.  Ia dikandung dan dilahirkan oleh Maria atas kuasa Roh Kudus.  Menjadi korban karena dosa, Ia mati di Kayu Salib, yaitu yang benar mati menggantikan yang tidak benar, sehingga semua orang yang percaya kepada-Nya dibenarkan oleh darah-Nya yang tercurah.  Ia bangkit dari antara orang mati sesuai dengan Kitab Suci.  Kini menjadi Imam Besar kita.  Ia berada di sebelah kanan Yang Maha Tinggi.  Ia akan datang kembali ke dunia ini untuk mendirikan suatu Kerajaan yang penuh kebenaran dan sejahtera.
3.   The Holy Spirit is a divine person, sent to dwell, guide, teach, empower the believer, and convince the world of sin, of righteousness, and of judgment. (John 14:15–18, John 16:13, Acts 1:8, John 16:7–11)
Roh Kudus adalah Pribadi Ilahi yang diutus untuk mendiami, membimbing, mengajar, memberi kuasa kepada orang percaya dan meyakinkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman.
4.   The Old and New Testaments, inerrant as originally given, were verbally inspired by God and are a complete revelation of His will for the salvation of men. They constitute the divine and only rule of Christian faith and practice. (2 Peter 1:20–21, 2 Timothy 3:15–16)
Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru mutlak Firman Allah tidak berkesalahan sebagaimana ditulis oleh penulis aslinya.  Setiap kata naskah asli diilhamkan oleh Allah dan adalah Wahyu lengkap tentang kehendak-Nya untuk keselamatan manusia.  Alkitab adalah satu-satunya kaidah Ilahi bagi kepercayaan dan kelakuan Kristen.
5.   Man was originally created in the image and likeness of God: he fell through disobedience, incurring thereby both physical and spiritual death. All men are born with a sinful nature, are separated from the life of God, and can be saved only through the atoning work of the Lord Jesus Christ. The portion of the unrepentant and unbelieving is existence forever in conscious torment; and that of the believer, in everlasting joy and bliss. (Genesis 1:27, Romans 3:23, 1 Corinthians15:20–23, Revelation 21:8, Revelation 21:1–4)
Pada mulanya manusia diciptakan menurut Gambar dan Rupa Allah; kemudian manusia jatuh karena ketidaktaatan yang mengakibatkan kematian baik jasmani maupun rohani.  Semua manusia dilahirkan dengan perangai yang berdosa, terpisah dari kehidupan yang berasal dari Allah dan dapat diselamatkan  hanya melalui pekerjaan penebusan dari Tuhan Yesus Kristus.  Bagi manusia yang tidak bertobat dan tidak percaya kepada-Nya, maka bagian mereka adalah suatu eksistensi untuk selama-lamanya dalam sengsara yang mereka sadari.  Sedang bagian orang percaya adalah sukacita dalam Surga selama-lamanya.
6.   Salvation has been provided through Jesus Christ for all men; and those who repent and believe in Him are born again of the Holy Spirit, receive the gift of eternal life, and become the children of God. (Titus 3:4–7)
Keselamatan telah disediakan melalui Yesus Kristus bagi semua manusia.  Mereka yang bertobat dan percaya kepada-Nya dilahirkan kembali oleh Roh Kudus, serta menerima pemberian hidup yang kekal, dan menjadi anak-anak Allah.
7. It is the will of God that each believer should be filled with the Holy Spirit and be sanctified wholly, being separated from sin and the world and fully dedicated to the will of God, thereby receiving power for holy living and effective service. This is both a crisis and a progressive experience wrought in the life of the believer subsequent to conversion. (1 Thessalonians 5:23, Acts 1:8, Romans 6:1–14)
Adalah kehendak Allah agar tiap-tiap orang percaya dipenuhi dengan Roh Kudus dan dikuduskan seluruhnya, yaitu terpisah dari dosa dan dunia dan berserah sepenuhnya kepada kehendak Allah.  Dengan demikian ia menerima kuasa baginya kehidupan yang suci dan pelayanan yang berhasil.  Pengalaman ini adalah suatu krisis maupun suatu proses yang terjadi dalam kehidupan orang percaya setelah masa pertobatannya.
8.   Provision is made in the redemptive work of the Lord Jesus Christ for the healing of the mortal body. Prayer for the sick and anointing with oil are taught in the Scriptures and are privileges for the Church in this present age. (Matthew 8:16–17, James 5:13–16)
Dalam pekerjaan penebusan dari Tuhan Yesus Kristus, persediaan ada bagi penyembuhan tubuh yang fana.  Mendoakan orang sakit serta mengurapinya dengan minyak adalah ajaran Firman Allah, bahkan adalah hak-hak istimewa dari Jemaat dalam zaman ini.
9. The Church consists of all those who believe on the Lord Jesus Christ, are redeemed through His blood, and are born again of the Holy Spirit. Christ is the Head of the Body, the Church, which has been commissioned by Him to go into all the world as a witness, preaching the gospel to all nations. The local church is a body of believers in Christ who are joined together for the worship of God, for edification through the Word of God, for prayer, fellowship, the proclamation of the gospel, and observance of the ordinances of Baptism and the Lord's Supper. (Ephesians 1:22–23, Matthew 28:19–20, Acts 2:41–47)
Jemaat terdiri dari semua orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus yang telah ditebus oleh darah-Nya dan yang telah dilahirkan kembali oleh Roh Kudus. Kristus adalah Kepala dari Tubuh, yaitu Jemaat yang telah diutus oleh-Nya untuk pergi ke seluruh dunia sebagai saksi-Nya, untuk memberitakan Injil kepada semua bangsa. Jemaat setempat adalah sekelompok orang yang percaya kepada Kristus yang berhimpun bersama untuk beribadah kepada Allah.
10. There shall be a bodily resurrection of the just and of the unjust; for the former, a resurrection unto life; for the latter, a resurrection unto judgment. (1 Corinthians 15:20–23, John 5:28–29)
Akan ada kebangkitan tubuh, baik bagi orang benar maupun bagi orang-orang tidak benar. Bagi orang yang benar kebangkitan adalah kebangkitan kepada yang hidup; bagi orang yang tidak benar kebangkitan adalah untuk menghadapi penghakiman dan penghukuman.
11. The second coming of the Lord Jesus Christ is imminent and will be personal, visible, and premillennial. This is the believer's blessed hope and is a vital truth which is an incentive to holy living and faithful service. (Hebrews 10:37, Luke 21:27, Titus 2:11–14)
Kedatangan Tuhan Yesus Kristus yang kedua kalinya sudah dekat.  Kedatangan-Nya itu adalah secara pribadi, dapat dilihat dan mendahului kerajaan seribu tahun.  Kedatangan-Nya itu adalah pengharapan yang bahagia bagi orang-orang percaya dan adalah suatu kebenaran penting untuk mendorong orang percaya kepada kehidupan yang suci dan pelayanan yang setia.

Dr. R.A. Jaffray sama halnya dengan A.B. Simpson. Keduanya sama-sama keturunan Skotlandia, berkebangsaan Kanada, lahir dan dibesarkan dalam keluarga kristen, anggota Gereja Presbiterian. Keduanya juga sama-sama telah mendapat penglihatan khusus mengenai dunia – orang-orang yang belum percaya Yesus dan bertindak berdasarkan penglihatan mereka itu sehingga melalui pelayanan mereka, di kemudian hari beribu-ribu orang bertobat dan menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamatnya.

http://www.alliancelife.org/articlePhotos/808-3.jpg

Ketika masih muda, R.A. Jaffray pernah mendengar Simpson berkhotbah, dan saat itu juga Jaffray menyerahkan dirinya untuk siap pergi, melayani di luar negeri sebagai misionari (utusan injil). Kemudian Jaffray masuk Sekolah Alkitab Simpson dan setelah tamat serta mendapat pengalaman menggembalakan Jemaat, Jaffray memutuskan untuk memulai pelayanannya sebagai Misionari (Utusan Injil).
Surat Kabar GLOBE di Toronto Kanada, melaporkan upacara pelantikan dan penahbisan yang diadakan pada tanggal 20 Januari 1896 sebagai berikut:
”Dr. Albert Benyamin Simpson dari New York telah mengambil bagian dalam kebaktian penahbisan dan pelantikan Robert Alexander Jaffray. Ia yang memimpin doa untuk utusan Injil yang akan pergi ke negeri Tiongkok ini. Suasana khdmat meliputi Bethel Chapel, Toronto, ketika tujuh orang Badan Pengurus Jemaat itu menunmpangkan tangan ke atas kepala duta Allah yang masih muda ini. Dengan kesungguhan hati Simpson menyerahkan Jaffray kepada Allah untuk pelayanan suci sebagai pendeta yang akan menggembalakan umatNya. Tidak sedikit di antara orang-orang yang hadir itu mengaminkan permohonan doa Simpson atas Jaffray, agar Tuhan memakai Jaffray bukan hanya untuk memenangkan pribadi-pribadi, tetapi juga bangsa-bangsa, bagi Kristus.”
Allah menjawab doa yang disampaikan oleh A.B. Simpson, pendiri C&MA ini melalui pelayanan yang dilaksanakan oleh Robert Alexander Jaffray, di kemudian hari. 
Sejak dilantik menjadi utusan Injil pada tahun 1896, R.A. Jaffray melayani di Tiongkok Selatan selama kurang lebih 32 tahun;  Jaffray mendirikan Chinese Foreign Mission Union (CFMU); berhasil menanam Gereja; membangun sekolah Alkitab yang berpusat di Wuchouw dan membangun lembaga penerbitan khususnya untuk komunitas yang berbahasa Kanton (Cantonese). R.A. Jaffray mulai perjalanannya ke Indonesia (kepulauan Hindia Belanda) dan menjejakkan kakinya di Borneo (Kalimantan) pada tanggal 10 Februari 1928. Inilah perjalanan pertama Jaffray ke Indonesia untuk mengadakan Survey sekaligus memberitakan Injil.
Setelah kembali ke Tiongkok Selatan, maka untuk mewujudkan kerinduan Jaffray akan pelayanan dan tuaian yang sangat besar di Indonesia, terutama pelayanan yang diawalinya di Kalimantan – kota Samarinda dan Balikpapan dan sambil menunggu kedatangan para utusan C&MA yang sedang disiapkan di Amerika dan Kanada,  maka pada bulan Februari 1929, Jaffray membawa dua hamba Tuhan yang diutus oleh CFMU, suatu organisasi penginjilan yang didirikan oleh Jaffray di Tiongkok Selatan yaitu: Yason S. Linn dan Paul R. Lenn – mereka adalah tamatan dari Wuchow Bible School - untuk membantu pelayanan yang dimulainya di kalangan orang Tionghoa di Kalimantan Timur dan kota Makassar, Sulawesi Selatan. 
Pada bulan Juni 1929, R.A. Jaffray pergi ke Saigon, Vietnam untuk menyambut kedatangan rombongan pertama utusan C&MA yang dikirim dari Amerika dan Kanada ke Indonesia. Pada tanggal 29 Juni 1929, rombongan yang terdiri dari:George dan Anna Fisk, Wesley dan Ruby Brill serta David Clench – tiba di Surabaya, Jawa Timur.  Tak seorang pun yang menduga bahwa di kemudian hari betapa luasnya pekerjaan Tuhan yang dimulai oleh C&MA di Indonesia.

Setibanya di Surabaya, Jaffray yang fasih berbahasa Mandarin ini langsung mengadakan kontak dengan orang-orang Tionghoa. Keesokan harinya mereka mendapat kesempatan untuk melayani dalam kebaktian penginjilan di salah satu gereja Tionghoa (kemungkinan besar gereja inilah yang mendesak Jaffray untuk meminta agar dikirim seorang utusan injil. Penginjil T.H. Loh, lulusan Sekolah Alkitab Wuchow, dikirim dan menjadi CFMU/C&MA pertama ke pulau Jawa – menggembalakan jemaat Kanton di Surabaya itu).  Menurut catatan Jaffray, waktu kebaktian penginjilan dilaksanakan, ada enam (6) pria yang menyerahkan diri untuk didoakan. Itulah buah sulung dari suatu panen besar yang nantinya akan dituai di beberapa tempat di Indonesia.
Tanggal 1 Juli 1929, Jaffray dan rombongan dari C&MA, berangkat ke Batavia (sekarang Jakarta) dengan kendaraan darat. Tanggal 4 Juli 1929 – Jaffray mengunjungi pejabat pemerintah Belanda di Jakarta. Jaffray menulis hasil kunjungannya sebagai berikut:
”wawancara kami dengan Konsul Zending (Kepala Dewan Pengutusan Injil) berjalan dengan lancar. Kami mengajukan permohonan agar diberi izin untuk melayani di Kalimantan dan Lombok (NTB). Kami sungguh mengucap syukur kepada Allah atas kerja sama yang baik dari Pemerintah Belanda. Seandainya mereka tidak mau memberi izin, secara manusia kami tidak dapat berbuat apa-apa di Indonesia.” 
Sekembalinya ke Surabaya, para utusan Injil C&MA tersebut berpisah untuk memulai pelayanan masing-masing. Tanggal 19 Juli 1929 - David Clench berangkat ke Balikpapan, Kalimantan Timur; keluarga Wesley Brill ke Lombok, NTB; dan keluarga George Fisk ke Tarakan, Kalimantan Timur.  Sedangkan R.A. Jaffray sendiri kembali ke Tiongkok Selatan.
R.A. Jaffray menyadari bahwa pelayanan C&MA di Indonesia tidak dapat berkembang hanya dengan diawasi dari jauh. Karena itu, Jaffray memutuskan untuk menetap di Indonesia. Keputusan ini, pada awalnya tidak mendapat dukungan dari C&MA, disebabkan karena C&MA yang berpusat di Amerika Serikat pada waktu itu sedang mengalami krisis finansial atau yang dikenal dengan Great Depression, dan mereka hanya merestui pembukaan pelayanan di Indonesia, namun tidak menjanjikan dukungan apapun. Visi Jaffray untuk Indonesia sudah bulat yaitu MENJANGKAU INDONESIA melalui Penginjilan, Pendidikan dan Penerbitan. 
http://www.alliancelife.org/articlePhotos/808-4.jpg
Untuk menetapkan pusat pelayanan yang tepat, Jaffray segera mempelajari peta. Ia melihat bahwa kota pelabuhan Makassar sangat strategis secara geografis. Jaffray membayangkan kota itu seperti sebuah poros roda yang jari-jarinya kelak memancarkan terang Injil ke seluruh pelosok nusantara atau tanah air Indonesia. Akhirnya, pada bulan September 1930, Jaffray pindah ke Makassar dan menetapkan Makassar sebagai Pusat C&MA atau KEMAH INJIL yang pertama. Kantornya di rumah kediaman Jaffray sendiri, di Jalan Daeng Tompo No. 8. Di tempat inilah Jaffray meletakan fondasi dan mengembangkan ”sayap Injil” – ke seluruh Indonesia – dari Sabang di Sumatera sebelah barat sampai ke Merauke di Irian Jaya (Papua) sebelah timur.